CARIFAKTA.COM - Tebing Tinggi, Peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja usaha pengolahan kayu di Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menjadi perhatian kalangan legislatif daerah. Evaluasi terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan pun didorong untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ketua Komisi III DPRD Tebing Tinggi, Andar Hutagalung, meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan kerja, termasuk perizinan usaha dan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan kerja yang mengakibatkan Mhd Ikhsan Syahputra meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di sebuah usaha pengolahan kayu di Kelurahan Bulian.
Dalam pemberitaan SumutPos pada 19 Oktober 2026, Andar menegaskan bahwa pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh ketentuan keselamatan kerja telah diterapkan sesuai aturan.
Menurut dia, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kesalahan atau kelalaian dari pihak perusahaan, tanggung jawab harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerapan K3 Perlu Mendapat Perhatian
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam kegiatan usaha, terutama pada sektor yang menggunakan peralatan produksi dan memiliki potensi bahaya bagi pekerja.
Penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perlengkapan keselamatan, tetapi juga mencakup prosedur kerja, pemeliharaan peralatan, pelatihan pekerja, serta pengawasan terhadap aktivitas produksi.
Karena itu, evaluasi terhadap perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian dan memastikan langkah pencegahan dapat diterapkan.
Pemeriksaan tersebut juga penting untuk menilai apakah prosedur operasional telah dijalankan dengan benar dan apakah pekerja memperoleh perlindungan yang memadai selama menjalankan tugas.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan pekerja di Tebing Tinggi tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang tersedia. Hasil pemeriksaan dari instansi berwenang diperlukan untuk memastikan kronologi dan faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut.
Perizinan dan SOP Perusahaan Diminta Diperiksa
Andar Hutagalung turut menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap perizinan dan standar operasional prosedur perusahaan. Langkah tersebut dinilai perlu agar kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan perlindungan kepada pekerja.
Evaluasi diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga mencakup penerapan prosedur keselamatan di lapangan.
Dalam lingkungan kerja pengolahan kayu, pengendalian risiko perlu disesuaikan dengan jenis peralatan, proses produksi, serta potensi bahaya yang dihadapi pekerja.
Apabila ditemukan kekurangan dalam penerapan standar keselamatan, perusahaan perlu melakukan perbaikan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, instansi terkait memiliki peran dalam memastikan kewajiban keselamatan kerja dipenuhi dan tindak lanjut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Perlindungan Pekerja Menjadi Perhatian
Peristiwa kecelakaan kerja tersebut kembali mengingatkan pentingnya perlindungan pekerja di lingkungan usaha. Upaya pencegahan perlu menjadi bagian dari kegiatan operasional sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif.
Perusahaan perlu memastikan pekerja memahami prosedur keselamatan, memperoleh perlengkapan yang sesuai, dan dapat menjalankan pekerjaan dalam kondisi yang aman.
Pengawasan secara berkala juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan kecelakaan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan resmi terhadap peristiwa di Kelurahan Bulian menjadi informasi penting untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran atau kelalaian yang perlu ditindaklanjuti.
