CARIFAKTA.COM – LUMAJANG, Rabu 4 November 2026 – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, tanah longsor, dan luapan air sungai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dua orang meninggal dunia dan sebanyak 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak.
Dua korban meninggal dunia tersebut merupakan seorang ayah dan anak. Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan akibat rangkaian bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers pada Selasa (3/11/2026).
Hujan Deras Picu Banjir dan Tanah Longsor
Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Lumajang pada 1–2 November 2026.
Kondisi tersebut memicu luapan sungai, banjir genangan, tanah longsor, hingga kerusakan tanggul di sejumlah lokasi.
Dampaknya dirasakan masyarakat di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Sedikitnya delapan desa masuk dalam wilayah terdampak.
Selain merusak rumah warga, bencana juga mengganggu akses jalan, jaringan listrik, serta aktivitas pertanian masyarakat.
Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Darurat
BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Petugas melakukan pendataan kerusakan, membuka akses jalan yang sempat terputus akibat longsor, serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat.
Pemantauan juga dilakukan terhadap wilayah yang masih terisolasi dan rumah warga yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan.
Salah satu akses yang menjadi perhatian petugas adalah jalur Tamansari menuju Iburaja yang sebelumnya sempat terputus akibat material longsor.
Masyarakat Diminta Waspadai Bencana Susulan
BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah rawan longsor.
Potensi hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir bandang maupun longsor susulan.
Masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai berhulu di kawasan Gunung Semeru juga diminta menjauhi jalur yang berpotensi dilalui banjir lahar.
Warga diimbau mengikuti arahan petugas serta segera mencari tempat aman apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda bahaya.
Bencana Hidrometeorologi Jadi Perhatian Nasional
Rangkaian bencana di Lumajang menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan memasuki musim hujan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat pemantauan wilayah rawan bencana, menyiapkan jalur evakuasi, serta memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak.
Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.
