CARIFAKTA.COM – TEBING TINGGI, SUMATERA UTARA. Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Senin (2/11/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan pemutakhiran informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 07.53.11 WIB dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 108 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 161 kilometer barat laut Tanimbar, Maluku.
Sebelumnya, informasi awal BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 5,5 dengan kedalaman 130 kilometer. Parameter gempa kemudian diperbarui setelah proses analisis lebih lanjut.
BMKG menjelaskan, gempa dirasakan di wilayah Saumlaki dengan skala intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
Gempa Dipicu Aktivitas Tektonik
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi di Laut Banda merupakan jenis gempa menengah akibat deformasi di dalam lempeng atau dikenal sebagai intraslab.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.
Kedalaman pusat gempa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah kejadian.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Meskipun memiliki magnitudo di atas 5, BMKG memastikan gempa yang terjadi di Laut Banda tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil pemodelan tsunami yang dilakukan setelah gempa terjadi.
Hingga pukul 08.05 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Informasi ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah kepulauan sekitar Maluku dan Tanimbar.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.
Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.
Langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran informasi keliru yang dapat menimbulkan kepanikan.
Wilayah Rawan Gempa Perlu Meningkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik sehingga memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi.
Wilayah Maluku dan Laut Banda termasuk kawasan yang memiliki aktivitas tektonik aktif.
Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi perlu terus ditingkatkan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Masyarakat disarankan mengetahui jalur evakuasi, memahami langkah perlindungan diri ketika gempa terjadi, serta menyiapkan perlengkapan darurat.
Peristiwa gempa di Laut Banda ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas alam, meskipun tidak semua gempa berpotensi menimbulkan tsunami.
