Breaking News

Kemenpar Promosikan Labuan Bajo dan Bali ke Pasar China, Wisatawan Mancanegara Dibidik Meningkat

CARIFAKTA.COM – JAKARTA, Pemerintah Indonesia terus memperkuat promosi pariwisata ke pasar internasional untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satu langkah yang dilakukan Kementerian Pariwisata adalah memperkenalkan destinasi unggulan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan Bali kepada pelaku industri perjalanan dari China.

Promosi tersebut dilakukan melalui kegiatan familiarization trip atau famtrip yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti tujuh agen perjalanan dan operator tur asal China.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenal secara langsung potensi wisata Indonesia. Pemerintah berharap pengalaman tersebut dapat mendorong agen perjalanan menyusun paket wisata serta memasukkan destinasi Indonesia ke dalam penawaran perjalanan bagi wisatawan asal China.

Pasar China menjadi salah satu sasaran penting karena memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Labuan Bajo Jadi Daya Tarik Wisata Internasional

Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi utama yang diperkenalkan dalam kegiatan promosi tersebut.

Kawasan yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu dikenal memiliki keindahan alam, perairan, serta gugusan pulau yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam kegiatan famtrip, rombongan agen perjalanan China diajak menjelajahi sejumlah destinasi menggunakan kapal pinisi.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo.

Keindahan alam serta pengalaman wisata bahari di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan berbeda.

Selain wisata alam, Labuan Bajo juga memiliki potensi wisata budaya dan kuliner yang dapat dikembangkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.

Bali Tetap Menjadi Destinasi Andalan

Setelah mengunjungi Labuan Bajo, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali.

Pulau Dewata masih menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia di pasar internasional karena memiliki fasilitas pariwisata yang beragam, mulai dari hotel, restoran, pantai, wisata budaya, hingga berbagai aktivitas rekreasi.

Konektivitas penerbangan langsung antara sejumlah kota di China dan Bali juga menjadi salah satu faktor yang mendukung promosi tersebut.

Dengan memperkenalkan dua destinasi sekaligus, pemerintah berharap wisatawan China tidak hanya menjadikan Bali sebagai tujuan perjalanan, tetapi juga tertarik mengunjungi Labuan Bajo.

Strategi ini diharapkan dapat memperluas pilihan paket perjalanan dan mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia.

Kunjungan Wisatawan China Terus Menjadi Perhatian

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan asal China pada 2026 mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan.

Data Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan China mencapai sekitar 1,054 juta. Angka tersebut meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa pasar China masih memiliki peluang besar untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Melalui promosi langsung kepada agen perjalanan, pemerintah berupaya memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan lebih banyak destinasi unggulan kepada calon wisatawan.

Pengelolaan Wisata Komodo Perlu Tetap Diperhatikan

Meningkatnya minat terhadap Labuan Bajo juga perlu diimbangi dengan pengelolaan destinasi yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat komodo, satwa endemik Indonesia.

Pengelola kawasan telah menerapkan pengaturan jumlah kunjungan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Kuota kunjungan tahunan 2026 yang ditetapkan sebanyak 365.000 orang telah terpenuhi sejak Agustus. Untuk mengakomodasi permintaan, dilakukan penyesuaian dengan tambahan sedikitnya 500 pengunjung per hari selama September hingga Desember melalui pemanfaatan kuota yang tidak terpakai pada bulan sebelumnya.

Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pariwisata dan perlindungan kawasan konservasi.

Promosi Pariwisata Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Daerah

Pengembangan pariwisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kehadiran wisatawan dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pengelola penginapan, pemandu wisata, penyedia transportasi, hingga pelaku usaha kuliner.

Karena itu, promosi Labuan Bajo dan Bali di pasar China diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata juga perlu memastikan kualitas pelayanan, kebersihan destinasi, keamanan perjalanan, serta kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian.

Dengan pengelolaan yang baik, promosi internasional diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata unggulan dunia.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close