CARIFAKTA.COM – JAKARTA, Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat. Namun, keinginan menjalani pola hidup sehat belum sepenuhnya diikuti kebiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Keterbatasan waktu dan motivasi menjadi sejumlah kendala yang membuat sebagian masyarakat kesulitan mempertahankan rutinitas sehat dalam jangka panjang.
Temuan Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 menunjukkan tiga dari lima responden di Indonesia merasakan kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional yang lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Survei tersebut juga mencatat hampir tiga dari empat responden kini menjalani aktivitas kesehatan yang lebih beragam. Sebanyak 71 persen mengaku lebih sering melakukan aktivitas wellness dibandingkan tiga tahun lalu.
Data tersebut menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap kesehatan tidak lagi terbatas pada kebugaran tubuh, tetapi juga mencakup keseimbangan mental dan emosional.
Kesehatan Tidak Hanya soal Fisik
Gaya hidup sehat saat ini semakin dipahami sebagai upaya menjaga keseimbangan berbagai aspek kehidupan.
Selain memperhatikan asupan makanan dan aktivitas olahraga, masyarakat juga mulai memberikan perhatian terhadap kualitas tidur, pengelolaan stres, serta hubungan sosial.
Sebanyak sembilan dari sepuluh responden dalam survei tersebut menilai kesehatan holistik sangat penting. Bahkan, 85 persen menyatakan perhatian mereka terhadap aspek kesehatan tersebut meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa konsep wellness semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menjaga kesehatan tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan yang membutuhkan biaya besar. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga waktu tidur, dan menyediakan waktu untuk beristirahat dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Keterbatasan Waktu Masih Menjadi Kendala
Meningkatnya kesadaran belum tentu membuat seseorang mampu mempertahankan kebiasaan sehat secara konsisten.
Kesibukan pekerjaan, aktivitas keluarga, serta kurangnya motivasi sering kali membuat rutinitas olahraga dan pola makan sehat tidak berjalan sesuai rencana.
Director and General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan menjalani gaya hidup sehat dalam jangka panjang membutuhkan dukungan, panduan yang realistis, serta motivasi berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan tersebut bukan semata-mata karena masyarakat kurang peduli terhadap kesehatan, melainkan karena mempertahankan kebiasaan sehat membutuhkan proses.
Karena itu, pendekatan yang lebih realistis dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan pola hidup sehat dengan aktivitas masing-masing.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan Berperan Penting
Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah social wellness atau menjaga kesehatan melalui dukungan lingkungan sosial.
Survei tersebut mencatat sebanyak 74 persen responden di Indonesia menginginkan dukungan lebih besar untuk menjaga kesehatan fisik. Sementara itu, 71 persen membutuhkan dukungan dalam menjaga kesehatan mental dan 64 persen untuk kesehatan emosional.
Hampir setengah responden juga mengaku pernah menyiapkan makanan sehat untuk orang lain atau membagikan pengalaman menjalani gaya hidup sehat selama satu tahun terakhir.
Dari kelompok tersebut, 89 persen menyatakan semakin sering melakukan aktivitas berbagi dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Keterlibatan keluarga, teman, dan komunitas dapat membantu seseorang menjaga semangat ketika menjalani perubahan kebiasaan.
Kegiatan sederhana seperti berolahraga bersama, menyiapkan menu sehat keluarga, atau saling mengingatkan waktu istirahat dapat menjadi bentuk dukungan yang mudah diterapkan.
Mulai dari Kebiasaan Kecil
Membangun gaya hidup sehat tidak harus dilakukan melalui perubahan besar dalam waktu singkat.
Masyarakat dapat memulainya dengan menetapkan target sederhana yang sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain memperhatikan kebutuhan cairan tubuh, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, membatasi makanan tinggi gula dan garam, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta menjaga waktu tidur.
Selain itu, menjaga kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian. Mengatur waktu istirahat, mengurangi tekanan aktivitas, dan menjaga komunikasi dengan orang terdekat merupakan bagian dari upaya mempertahankan kesejahteraan.
Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan sekadar mengikuti tren, melainkan membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Kesadaran yang disertai tindakan sederhana dan dukungan lingkungan diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan seimbang.
