CARIFAKTA.COM – TEBING TINGGI, SUMATERA UTARA. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, menargetkan pemulihan infrastruktur pascabencana dapat diselesaikan pada pertengahan November 2026. Percepatan pembangunan dilakukan agar fasilitas umum dan akses masyarakat yang terdampak bencana segera kembali berfungsi secara optimal.
Berdasarkan perkembangan pekerjaan hingga akhir Oktober 2026, progres fisik pemulihan infrastruktur di Kabupaten Serdang Bedagai dilaporkan hampir mencapai 90 persen.
Program tersebut didukung tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk mempercepat rehabilitasi sejumlah fasilitas publik, termasuk jalan, jembatan, irigasi, serta sarana pendukung kebutuhan masyarakat.
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menyampaikan bahwa pekerjaan fisik di lapangan terus dikebut agar seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Pemerintah daerah juga memastikan sejumlah pekerjaan yang masih membutuhkan penyempurnaan akan segera dituntaskan.
Anggaran Pemulihan Mencapai Rp226,29 Miliar
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, pagu tambahan TKD yang dialokasikan untuk mendukung pemulihan daerah mencapai Rp226,29 miliar.
Hingga 28 Oktober 2026, realisasi keuangan tercatat sebesar Rp113,04 miliar atau sekitar 49,95 persen dari total anggaran.
Alokasi terbesar diarahkan pada sektor infrastruktur dengan nilai Rp93,35 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran mencapai Rp45,64 miliar atau 48,90 persen.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan, seperti rehabilitasi jalan, pembangunan jembatan, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan air minum, pembangunan jalan lingkungan, serta perbaikan drainase.
Pemerintah daerah berharap penyelesaian berbagai pekerjaan tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas perekonomian.
Pertanian dan Pendidikan Turut Mendapat Perhatian
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung pemulihan sektor pertanian.
Dari alokasi sebesar Rp2,51 miliar, realisasi anggaran tercatat mencapai Rp2,40 miliar atau sekitar 95,34 persen.
Program tersebut antara lain digunakan untuk rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani dan perbaikan jalan usaha tani.
Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali menjalankan aktivitas produksi dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, anggaran pemulihan digunakan untuk rehabilitasi sekolah, pengadaan mebel, serta perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran.
Dukungan juga diberikan pada sektor kesehatan melalui pemeliharaan fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan obat-obatan, dan alat penunjang medis.
Pemkab Sergai Siapkan Antisipasi Menghadapi Musim Hujan
Di tengah proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Sejumlah alat berat disiagakan untuk membantu penanganan apabila terjadi banjir maupun kerusakan infrastruktur akibat hujan deras.
Selain itu, pemerintah daerah telah melakukan normalisasi sungai sebagai salah satu upaya mengurangi risiko luapan air yang dapat mengganggu permukiman dan fasilitas umum.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat beberapa wilayah di Sumatera Utara memiliki kawasan yang berpotensi terdampak banjir ketika curah hujan meningkat.
Kesiapan peralatan dan koordinasi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Infrastruktur Pulih, Aktivitas Masyarakat Diharapkan Kembali Lancar
Pemulihan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat setelah terjadi bencana.
Jalan yang kembali berfungsi akan mempermudah mobilitas warga, sementara perbaikan jembatan dan irigasi dapat mendukung kegiatan ekonomi serta sektor pertanian.
Penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan juga menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai berharap seluruh pekerjaan yang telah direncanakan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Percepatan pemulihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
