Breaking News

Tren Hidup Sehat Meningkat, Anak Muda Diingatkan Batasi Kopi Susu dan Minuman Manis

CARIFAKTA.COM – JAKARTA, Kebiasaan menikmati kopi susu sambil berkumpul bersama teman semakin menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Aktivitas nongkrong di kedai kopi kini tidak hanya digunakan untuk bersantai, tetapi juga menjadi tempat mengerjakan tugas, bekerja, hingga membangun hubungan sosial.

Meski demikian, kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan perlu mendapat perhatian. Jika tidak diimbangi aktivitas fisik dan pola makan seimbang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes melitus.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis siap saji yang semakin populer perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan.

Kebiasaan Minum Kopi Susu Perlu Dikendalikan

Kopi susu, teh kekinian, minuman boba, dan berbagai produk minuman dengan tambahan gula menjadi pilihan banyak kalangan, khususnya anak muda.

Namun, konsumsi gula yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kandungan gula dalam minuman yang dibeli. Konsumen juga dianjurkan membaca informasi gizi sebelum memilih produk.

Mengurangi takaran gula secara bertahap dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.

Diabetes Tidak Hanya Mengancam Usia Lanjut

Diabetes melitus sering dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak dialami kelompok usia lanjut. Padahal, usia muda bukan jaminan seseorang terbebas dari risiko penyakit tersebut.

Konsumsi gula berlebihan, kurang bergerak, pola makan tidak seimbang, dan faktor risiko lainnya dapat memengaruhi kesehatan metabolik.

Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang menyerang mata, ginjal, saraf, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pencegahan sejak dini, bukan hanya melakukan pemeriksaan ketika gejala sudah muncul.

Anak Muda Diminta Tidak Mengabaikan Pemeriksaan Kesehatan

Siti Nadia juga mengingatkan bahwa aktivitas olahraga seperti berjalan kaki, berlari, dan mengikuti kegiatan kebugaran perlu disertai pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Seseorang yang terlihat bugar belum tentu terbebas dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah berlebih, maupun kolesterol.

Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan profil lemak darah dapat membantu mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular sejak awal.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Kesadaran Wellness Meningkat, Konsistensi Masih Menjadi Tantangan

Di sisi lain, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat atau wellness terus meningkat.

Hasil Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 menunjukkan hampir tiga dari empat responden di Indonesia menjalani aktivitas kesehatan yang lebih beragam. Sebanyak 71 persen mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Namun, survei itu juga menemukan bahwa keterbatasan waktu dan motivasi masih menjadi kendala dalam mempertahankan rutinitas sehat.

Sebanyak 74 persen responden menginginkan dukungan lebih besar untuk menjaga kesehatan fisik, 71 persen untuk kesehatan mental, dan 64 persen untuk kesehatan emosional.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya persoalan kedisiplinan individu. Dukungan keluarga, teman, dan komunitas juga berperan dalam membangun kebiasaan sehat secara berkelanjutan.

Kebiasaan Sederhana untuk Memulai Hidup Sehat

Masyarakat tidak harus melakukan perubahan besar sekaligus untuk memulai pola hidup sehat. Sejumlah kebiasaan sederhana dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Mengurangi konsumsi minuman dengan tambahan gula.

  2. Memperbanyak minum air putih.

  3. Mengonsumsi sayuran dan buah secara rutin.

  4. Melakukan aktivitas fisik secara teratur.

  5. Menjaga waktu tidur yang cukup.

  6. Mengelola stres dengan kegiatan positif.

  7. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan sekadar mengikuti tren. Kesadaran untuk menjaga pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pemeriksaan rutin merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close