CARIFAKTA.COM – JAKARTA, Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 12 juta kunjungan. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2020.
Data terbaru yang disampaikan BPS menunjukkan, kunjungan wisman pada September 2026 mencapai 1.427.114 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 2,31 persen dibandingkan September 2025.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2026, jumlah kunjungan pada September mengalami penurunan sebesar 10,79 persen. Pergerakan bulanan ini menunjukkan bahwa arus wisatawan asing masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Malaysia, Australia, dan China Jadi Pasar Utama
Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, wisatawan asal Malaysia menjadi kelompok terbesar yang berkunjung ke Indonesia pada September 2026.
Jumlah kunjungan dari Malaysia mencapai 239.330 atau sekitar 16,76 persen dari keseluruhan kunjungan wisman. Posisi berikutnya ditempati Australia dengan 177.350 kunjungan atau 12,43 persen.
Sementara itu, wisatawan asal China mencatatkan 153.570 kunjungan atau sekitar 10,76 persen. Singapura juga masuk dalam kelompok negara penyumbang kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.
Komposisi tersebut memperlihatkan pentingnya pasar Asia Tenggara, Australia, dan China bagi industri pariwisata nasional.
Bali Masih Menjadi Pintu Masuk Favorit
Bali tetap menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat jumlah kunjungan yang besar, terutama dari wisatawan asal Australia.
Selain Bali, sejumlah pintu masuk lain juga berperan dalam mendukung arus kedatangan wisatawan asing, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Hang Nadim Batam, dan Kualanamu di Sumatera Utara.
Keberadaan berbagai pintu masuk tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses wisatawan menuju destinasi di berbagai wilayah Indonesia.
Pengeluaran Wisatawan Ikut Meningkat
Pertumbuhan pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengeluaran wisatawan selama berada di Indonesia.
BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada kuartal III 2026 mencapai 1.374,48 dollar AS per kunjungan. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama pada 2025.
Pengeluaran terbesar berasal dari akomodasi, disusul makanan dan minuman serta belanja oleh-oleh. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas wisatawan asing turut memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga perdagangan.
Tantangan Menjaga Kualitas Pariwisata
Peningkatan jumlah wisatawan menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi.
Ketersediaan transportasi, kebersihan kawasan wisata, keamanan pengunjung, fasilitas umum, serta pelayanan yang ramah menjadi sejumlah faktor penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang baik.
Pengembangan destinasi juga perlu memperhatikan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Capaian kunjungan hingga September 2026 menjadi modal positif bagi industri pariwisata Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan kunjungan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas destinasi dan kesejahteraan masyarakat.
