CARIFAKTA.COM – JAKARTA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.285 kejadian bencana terjadi di Indonesia. Jumlah tersebut bertambah tujuh kejadian dibandingkan laporan sehari sebelumnya.
Memasuki November, sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami peningkatan curah hujan. Kondisi tersebut meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca, terutama di kawasan yang berada dekat aliran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rawan bencana.
Ribuan Keluarga Terdampak Bencana di Lumajang
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar adalah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras sejak 1 November 2026 menyebabkan luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Bencana tersebut tersebar di 13 desa pada tujuh kecamatan. Berdasarkan data sementara BNPB, sebanyak 1.567 kepala keluarga terdampak dan 13 rumah mengalami kerusakan.
Petugas BPBD bersama unsur pemerintah setempat telah melakukan pendataan, penanganan darurat, serta membuka akses jalan yang tertutup material longsor.
Bantuan logistik juga disalurkan kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan selama masa penanganan bencana.
Sumatera Utara Ikut Mengalami Dampak Cuaca Ekstrem
Wilayah Sumatera Utara juga menjadi perhatian dalam laporan kebencanaan BNPB.
Di Kabupaten Dairi, cuaca ekstrem pada 30 Oktober 2026 menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Deli Serdang. BNPB mencatat sekitar 13 kepala keluarga terdampak, tetapi kondisi banjir dilaporkan telah surut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya ketika hujan deras disertai angin kencang.
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah
Selain Sumatera Utara dan Jawa Timur, BNPB juga mencatat kejadian banjir di sejumlah wilayah lainnya.
Di Kota Subulussalam, Aceh, banjir berdampak terhadap sekitar 2.245 kepala keluarga. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Selatan sekitar 222 kepala keluarga terdampak dan masih dalam pemantauan.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan jumlah warga terdampak sekitar 43 kepala keluarga. Kondisi banjir di wilayah tersebut dilaporkan telah surut.
Petugas BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
BNPB Siagakan Puluhan Armada Udara untuk Tangani Karhutla
Di tengah meningkatnya potensi banjir dan tanah longsor, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah provinsi.
Berdasarkan laporan BNPB per 2 November 2026, luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai sekitar 1.256 hektare di enam provinsi.
Untuk mendukung penanganan, BNPB menyiagakan 51 armada udara yang terdiri atas 21 pesawat patroli dan 30 helikopter water bombing.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat dan lingkungan.
Masyarakat Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan 2026/2027.
Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan sistem peringatan dini, menyiapkan jalur evakuasi, serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan dengan baik.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan longsor juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca.
Warga diimbau menghindari lokasi berbahaya ketika hujan deras berlangsung, tidak berteduh di bawah pohon yang rawan tumbang, serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.
Kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko serta dampak bencana selama musim penghujan.
