Breaking News

Helikopter TNI Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Seruyan, Dua Kru Meninggal Dunia

 

CARIFAKTA.COM – SERUYAN, Kecelakaan helikopter milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Helikopter jenis Mi-17V5 tersebut mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Peristiwa ini terjadi saat helikopter melaksanakan operasi water bombing atau pemadaman kebakaran dari udara dengan mengambil air untuk kemudian disiramkan ke kawasan yang terbakar.

Helikopter sebelumnya diberangkatkan dari Kuala Pembuang untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat delapan personel di dalam helikopter ketika kecelakaan terjadi.

Dalam perkembangan penanganan, lima personel berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Kuala Pembuang. Sementara itu, dua personel dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian berdasarkan laporan terbaru yang tersedia.

Proses Evakuasi Melibatkan Tim Gabungan

Setelah menerima laporan kecelakaan, TNI AD bersama tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap seluruh personel yang berada di dalam helikopter.

Proses penyelamatan dilakukan melalui jalur udara dan laut untuk menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah perairan.

Tim penyelamat juga memprioritaskan pemberian pertolongan kepada personel yang berhasil ditemukan agar segera mendapatkan penanganan medis.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena helikopter yang mengalami kecelakaan sedang menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Hingga Kamis (5/11/2026), penyebab pasti kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut belum diketahui secara resmi.

TNI AD masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi pengambilan air.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi personel di lapangan dalam menjalankan operasi penanggulangan bencana.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memperkuat upaya penanganan karhutla, termasuk memastikan keselamatan personel yang bertugas dalam operasi pemadaman dari udara maupun darat.

Sementara itu, masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close