Breaking News

Buntut Demo TTB, DPRD Tebing Tinggi Siapkan “Peluru” Hak Interpelasi

Carifakta.com, Tebing Tinggi. Gelombang protes mengguncang Kantor DPRD Kota Tebing Tinggi pada Senin, 19 Januari 2026. Massa yang tergabung dalam Tebing Tinggi Bergerak (TTB) bersama pedagang Pasar Gambir menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa sederet tuntutan, mulai dari persoalan pemilihan kepala lingkungan hingga kebijakan pasar yang dinilai memberatkan pedagang kecil.

Aksi berlangsung dengan orasi bergantian di depan gedung DPRD. Koordinator aksi TTB, Syafrizal Jufri, menyuarakan desakan agar dilakukan pemilihan ulang kepala lingkungan dengan mekanisme partisipasi langsung warga. 

Ia juga menegaskan bahwa kepala lingkungan yang masa Surat Keputusan (SK)-nya belum berakhir harus tetap menjalankan tugas hingga masa jabatan selesai.

“Kami menuntut pemilihan ulang yang prosesnya dilakukan langsung oleh warga. Selain itu, kepling yang SK-nya masih berlaku wajib melanjutkan masa baktinya sampai September 2026,” ujar Syafrizal di hadapan massa.

Selain isu pemilihan, sorotan tajam datang dari pedagang Pasar Gambir. Mereka menolak kenaikan retribusi, rencana relokasi, serta pembagian kios yang dinilai tidak sesuai kebutuhan pedagang. “Kami menolak kenaikan retribusi dan relokasi. Kami hanya meminta kios yang layak dan sesuai, bukan kebijakan yang mematikan pencaharian,” teriak salah satu perwakilan pedagang.

Menanggapi aksi tersebut, anggota DPRD Tebing Tinggi Kaharuddin turun langsung menemui massa. Ia memastikan aspirasi yang disampaikan tidak akan diabaikan dan akan dibawa ke pembahasan tingkat legislatif.

“Setelah menerima aspirasi masyarakat hari ini, DPRD tidak akan tinggal diam. Agenda ini akan kami lanjutkan ke rapat paripurna untuk penetapan jadwal penggunaan hak interpelasi,” kata Kaharuddin kepada wartawan usai berdialog dengan pengunjuk rasa.

Rencana penggunaan hak interpelasi itu menjadi sinyal politik bahwa DPRD bersiap meminta keterangan resmi dari pihak eksekutif terkait polemik yang mencuat, baik soal mekanisme pemilihan kepala lingkungan maupun pengelolaan Pasar Gambir.

Publik kini menanti, apakah interpelasi benar-benar digulirkan atau berhenti pada pernyataan sikap pascaaksi. SN

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close