CARIFAKTA.COM – Tebing Tinggi.
Tragedi kecelakaan maut di perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi menewaskan sembilan orang. Jumlah korban bertambah setelah pengemudi mobil Toyota Avanza, Abdul Kadir al Jaelani (42), dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Abdul Kadir, warga Lingkungan VII Pasar IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, sebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Tebing Tinggi dalam kondisi kritis. Namun, akibat luka berat yang dideritanya, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah Toyota Avanza hitam bernomor polisi BK 1657 ABP ditabrak Kereta Api Sri Bilah Utama CC 2018344 yang melaju dari arah Rantau Prapat menuju Medan, saat melintasi perlintasan rel di wilayah Kota Tebing Tinggi.
Berdasarkan data kepolisian, sembilan korban meninggal dunia terdiri dari dua laki-laki dewasa, lima perempuan dewasa, serta dua anak-anak. Para korban diketahui merupakan satu rombongan keluarga yang berasal dari wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Polda Sumatera Utara melakukan penyelidikan intensif. Dua perwira menengah Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah dan Kombes Pol Fery Walintukam, turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim ahli. Kegiatan tersebut turut didampingi Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frllya serta Kasat Lantas AKP Lidya.
Pihak kepolisian menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pengamanan lokasi kejadian, pemeriksaan saksi, serta pendampingan terhadap keluarga korban.
Sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (22/1/2026) dini hari, sembilan ambulans dari RS Bhayangkara Tebing Tinggi diberangkatkan secara beriringan menuju rumah duka di kawasan Deli Tua. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan warga, menandai duka mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi kecelakaan masih dipadati warga. Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu, serta selalu mengutamakan keselamatan. SN