Carifakta.com, Tebing Tinggi — Seorang warga bernama Saprida Yanti, yang tinggal di Jalan Danau Toba Gang Nangka, Lingkungan II, Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis, mengaku kecewa atas sikap oknum kepala lingkungan (kepling) di wilayahnya yang dinilai tidak profesional.
Oknum kepling tersebut diketahui bernama Fendi. Permasalahan bermula saat Saprida menanyakan terkait undangan penerima bantuan pangan tahun 2026 berupa beras 20 kilogram dan minyak makan 4 liter yang disalurkan melalui kantor kelurahan.
Namun, bukannya mendapatkan informasi yang jelas, Saprida justru mengaku menerima respons yang bernuansa pribadi. Ia menduga hal tersebut berkaitan dengan sikap oknum kepling yang disebut tidak menyukainya, sehingga undangan bantuan tidak diberikan kepadanya.
“Saya hanya ingin memastikan kapan undangan itu dibagikan, tapi jawabannya malah membawa urusan pribadi,” ujar Saprida.
Awak media kemudian mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Manahan Pardede. Ia menyampaikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Nanti akan saya telusuri,” katanya singkat.
Meski demikian, pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat Saprida menyebut lurah berada di lokasi saat dirinya menanyakan langsung persoalan itu kepada kepling.
Hingga saat ini, bantuan pangan yang dimaksud belum juga diterima oleh Saprida. Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya kurangnya transparansi serta potensi penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran bantuan sosial di tingkat lingkungan. SN