Breaking News

Lansia Miskin Diduga Ditolak RS Kumpulan Pane, RS Akui Tak Diperiksa di IGD


CARIFAKTA.COM – TEBING TINGGI. Seorang perempuan lanjut usia bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, diduga tidak mendapatkan pelayanan medis saat kembali dibawa ke RS Kumpulan Pane, meski kondisinya dilaporkan lemah. 

Peristiwa ini memicu keprihatinan publik setelah keluarga mengaku diminta mencari rumah sakit lain tanpa adanya pemeriksaan awal.

Anak korban, Sunita (40), Kamis (8/1/2026), menuturkan ibunya berada dalam kondisi sangat lemah ketika dibawa ke rumah sakit. Namun setibanya di RS Kumpulan Pane, keluarga disebut hanya mendapat informasi bahwa ruang perawatan penuh.

“Ibu saya sudah sangat lemah. Tapi kami langsung disuruh mencari rumah sakit lain dan tidak diperiksa lebih dulu,” ujar Sunita dengan suara bergetar.

Sunita menjelaskan, sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga telah berupaya mencari pertolongan dengan bantuan kepala lingkungan dan warga setempat untuk meminjam ambulans. Setelah tiba di RS Kumpulan Pane, harapan keluarga untuk mendapatkan penanganan awal justru tidak terpenuhi.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas turut memperberat situasi. “Kami orang susah. Walaupun miskin, kami tetap manusia dan berhak ditolong,” katanya lirih.

Setelah diminta mencari rumah sakit lain, keluarga kembali dibantu warga hingga akhirnya Suliyem dibawa ke RS Chevani Kota Tebing Tinggi dan mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, sumber internal RS Kumpulan Pane yang enggan disebutkan namanya memberikan klarifikasi bahwa Suliyem sebelumnya telah dirawat di rumah sakit tersebut pada pekan lalu dan dipulangkan pada Senin karena kondisi dinilai stabil.

“Menurut keterangan keluarga, pasien kemudian tidak mau makan lagi sehingga kembali lemas dan dibawa lagi ke rumah sakit,” ujar sumber tersebut.

Saat pasien kembali dibawa ke RS Kumpulan Pane, kondisi ruang perawatan disebut penuh. Dokter jaga IGD kemudian menyarankan keluarga untuk membawa pasien ke rumah sakit lain. Namun, sumber tersebut mengakui adanya kekeliruan prosedural.

“Kesalahannya adalah pasien tidak dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di IGD sebelum disarankan dirujuk,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen RS Kumpulan Pane belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka. Upaya konfirmasi kepada Direktur RS Kumpulan Pane, dr. Lili, juga belum mendapat tanggapan.

Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar pelayanan Instalasi Gawat Darurat, khususnya bagi pasien lansia dan warga kurang mampu. Publik berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi serius bagi pelayanan kesehatan di Kota Tebing Tinggi. SN

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close