CARIFAKTA.COM - Jakarta, Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025 hingga 2026. Pemerintah mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta tingginya perjalanan wisatawan nusantara, dengan sejumlah destinasi di luar Bali turut mencuri perhatian.
Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan 2024 dan melampaui target nasional yang ditetapkan pada kisaran 14 juta hingga 15 juta kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran perjalanan domestik dalam menggerakkan aktivitas pariwisata di berbagai daerah.
Tren pertumbuhan itu berlanjut hingga Agustus 2026. Kementerian Pariwisata mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan, tumbuh 4,29 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar wisata domestik tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan sektor pariwisata nasional.
Danau Toba dan Likupang Tunjukkan Potensi
Pemerataan kunjungan wisatawan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengembangkan destinasi di luar kawasan wisata yang selama ini lebih populer.
Kementerian Pariwisata menyebut kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara dan Danau Toba di Sumatera Utara mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang tinggi pada triwulan I 2026.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Manado-Likupang meningkat 60,42 persen. Sementara itu, kawasan Danau Toba mencatat pertumbuhan sebesar 33,40 persen.
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan destinasi unggulan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, kenaikan persentase kunjungan tidak selalu berarti jumlah wisatawan di setiap destinasi lebih besar dibandingkan kawasan lain. Penilaian tersebut perlu mempertimbangkan jumlah kunjungan awal dan data masing-masing wilayah.
Danau Toba memiliki daya tarik berupa bentang alam danau vulkanik, budaya masyarakat Batak, serta beragam tujuan wisata di kabupaten-kabupaten sekitarnya. Adapun kawasan Manado-Likupang dikenal dengan potensi wisata bahari, pesisir, dan keindahan alam bawah laut.
Kedua kawasan tersebut berpeluang memperluas pilihan perjalanan wisatawan yang ingin menjelajahi Indonesia di luar destinasi yang sudah lama populer.
Perjalanan Wisata Nusantara Masih Berperan Penting
Selain wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara menjadi penggerak penting bagi sektor pariwisata.
Perjalanan domestik memberikan peluang bagi hotel, penginapan, restoran, penyedia transportasi, pemandu wisata, pelaku usaha kerajinan, hingga pedagang kecil di sekitar destinasi.
Ketika wisatawan berkunjung ke suatu daerah, pengeluaran mereka dapat menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi. Karena itu, pengembangan destinasi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, akses transportasi, kebersihan, serta fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Pemerataan kunjungan juga perlu dilakukan agar manfaat pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada lokasi tertentu. Daerah yang memiliki potensi alam dan budaya dapat mengembangkan paket wisata sesuai karakteristik lokal, sepanjang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.
Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata
Peningkatan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan destinasi yang baik. Infrastruktur, kebersihan, keselamatan, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pengalaman pengunjung.
Pengelola destinasi juga perlu memastikan kegiatan wisata tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap lingkungan. Kawasan pesisir, danau, hutan, dan pegunungan membutuhkan pengelolaan sesuai kondisi alam serta risiko yang ada.
Di sisi lain, informasi mengenai jam operasional, tarif masuk, akses jalan, fasilitas, dan kondisi cuaca perlu disampaikan secara jelas kepada wisatawan.
Bagi wisatawan, perencanaan perjalanan sebaiknya dilakukan dengan memeriksa informasi resmi dari pengelola destinasi dan pemerintah setempat. Langkah ini membantu pengunjung menyesuaikan jadwal serta menghindari kawasan yang sedang ditutup atau memiliki pembatasan tertentu.
Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Pertumbuhan pariwisata dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan.
Produk kuliner lokal, cendera mata, jasa pemandu, homestay, dan paket perjalanan berbasis masyarakat dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
Agar manfaatnya lebih merata, pelaku usaha lokal membutuhkan akses terhadap promosi, pelatihan, pendampingan, serta informasi pasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola destinasi, komunitas, dan sektor swasta dapat membantu meningkatkan kualitas produk wisata.
Pada akhirnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kualitas pengalaman wisatawan.
Dengan pertumbuhan yang tercatat hingga 2026, pengembangan destinasi di berbagai daerah menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pilihan wisata sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
