CARIFAKTA.COM – TEBING TINGGI, Kondisi Rudi, bocah berusia 4 tahun 4 bulan asal Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, berubah drastis dalam waktu sekitar tiga bulan.
Anak pasangan Rony Hardiansyah (33) dan Rismawaty (30) itu sebelumnya dapat beraktivitas seperti anak seusianya. Namun, belakangan Rudi mulai sering sempoyongan, terjatuh saat berjalan, mengalami kejang serta gangguan gerak dan bicara.
Khawatir dengan kondisi tersebut, Rony yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot membawa anaknya menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal, dokter menduga Rudi mengalami epilepsi.
Rudi kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk EEG dan MRI di Medan. Menurut keterangan keluarga, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan pada bagian otak yang berdampak pada fungsi saraf, termasuk kemampuan berbicara dan pergerakan tubuh.
Keluarga juga mendapat informasi dari dokter mengenai kemungkinan kondisi langka dan bawaan sejak lahir. Namun, keluarga masih membutuhkan penanganan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Biaya pengobatan menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga. Dengan penghasilan sebagai sopir angkot, Rony mengaku harus meminjam uang dan mengandalkan bantuan keluarga untuk membiayai pemeriksaan anaknya.
Kondisi Rudi kemudian mendapat perhatian aktivis sosial Surya Ningsih, Ketua Lembaga Sosial LAKSAMANA. Ia berharap bantuan masyarakat dan donatur dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu Rudi mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis yang dibutuhkan.
“Selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan, orang tua sudah banyak mengeluarkan biaya. Mereka bahkan harus berutang dan mengandalkan bantuan keluarga,” ujar Surya.
Rudi merupakan anak ketiga dari keluarga Rony dan Rismawaty. SN